www.sekilasnews.id – Musibah yang dialami istri Fiersa Besari, Aqia, menjadi sorotan media dan publik. Peristiwa tragis ini terjadi saat mereka hendak berlibur ke Yogyakarta dari Stasiun Gambir, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Aqia dan manajernya, Ubay, sedang menurunkan koper dari mobil ketika tiba-tiba sebuah kendaraan menabrak mereka. Dalam insiden tersebut, Aqia terjepit antara dua mobil, sementara Ubay berhasil melarikan diri sebelum terjebak.
“Keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping, Aqia tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet,” ungkap Fiersa Besari dalam unggahan di media sosialnya.
Detail Kejadian Kecelakaan di Stasiun Gambir
Kecelakaan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan. Ketika Aqia menjerit kesakitan, situasi tersebut semakin memburuk saat mobil yang menabrak maju kembali.
Pengemudinya, seorang pria lanjut usia, tampaknya tidak menyadari bahwa Aqia masih terjepit di antara kendaraan. Peristiwa ini menunjukkan bahayanya ketidakhati-hatian di jalan raya, khususnya saat berada di area padat seperti stasiun.
Respon cepat dari pihak kepolisian dan tenaga medis sangat penting dalam kejadian seperti ini. Usai kecelakaan, Aqia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Dampak Psikologis Terhadap Korban dan Keluarga
Musibah seperti ini tentu meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Fiersa Besari yang dikenal luas pun tidak bisa menyembunyikan rasa cemas dan khawatir terhadap kondisi istrinya.
Pemulihan dari pengalaman trauma seperti ini memerlukan waktu dan dukungan yang memadai. Tidak jarang, korban mengalami stres pasca-trauma yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan mental mereka.
Family counseling atau dukungan emosional dari kerabat terdekat sangat penting. Lingkungan yang penuh kasih dan pengertian dapat membantu Aqia dan Fiersa melewati masa sulit ini.
Pentingnya Keselamatan di Lalu Lintas Umum
Peristiwa kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di lalu lintas umum. Setiap orang harus lebih berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan diri dan orang lain.
Kecelakaan kerap kali terjadi akibat kelalaian, baik pengemudi maupun pejalan kaki. Kesadaran akan keselamatan harus ditanamkan sejak dini, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Pemerintah dan lembaga terkait juga diharapkan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti sosialisasi keselamatan berkendara. Melalui program-program edukasi, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.


































