www.sekilasnews.id – Salah satu anggota tim TBCare ITS Nikolas Stanislaus Sanjaya (kanan) saat melakukan proses fabrikasi rangkaian elektronik pada perangkat lunak alat perekam suara batuk. Foto/ITS.
Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menghadirkan inovasi baru yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit Tuberkulosis (TBC) secara dini. Inovasi ini berupa sistem skrining berbasis suara batuk yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam akses diagnosis penyakit, mengingat masih banyaknya keterbatasan dalam hal alat skrining yang tersedia.
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang berkembang biak di jaringan paru-paru. Salah satu gejala utama yang dapat mengindikasikan adanya penyakit ini adalah batuk kronis yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, menjadikannya penting untuk melakukan deteksi dini secara akurat.
Metode skrining yang menggunakan suara batuk ini menawarkan solusi yang lebih hemat biaya dan efisien bagi masyarakat. Deteksi dini melalui pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala TBC dan pentingnya segera mendapatkan pengobatan yang tepat.
Ketua tim, Nathania Cahya Romadhona, menjelaskan bahwa pengolahan suara batuk menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangannya adalah sifat suara batuk yang inharmonik, yang menunjukkan pola spektral yang tidak teratur dan sulit untuk dianalisis.
Di sisi lain, deteksi menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang sedang dikembangkan saat ini masih berfokus pada penggunaan fitur akustik. Salah satu fitur yang umum digunakan adalah Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC), namun hal ini masih belum cukup untuk menangkap kompleksitas sinyal batuk dengan optimal.
Inovasi Teknologi untuk Deteksi TBC Berbasis Suara
Kehadiran teknologi deteksi dini TBC ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses diagnosis yang selama ini masih bergantung pada metode konvensional. Dengan memanfaatkan suara batuk sebagai indikator, metode ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses ke pengujian yang lebih mahal.
Deteksi dini melalui suara batuk memungkinkan evaluasi yang lebih cepat dan terjangkau. Apalagi, alat ini juga dirancang agar dapat digunakan di daerah-daerah yang sulit dijangkau, di mana fasilitas kesehatan masih minim.
Tim TBCare ITS berkomitmen untuk membawa hasil penelitian ini ke dalam fase penerapan. Tentu saja, mereka berharap metode ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang TBC secara lebih menyeluruh.
Pentingnya deteksi dini juga berkaitan dengan penanganan epidemik TBC yang kerap melanda berbagai wilayah. Dengan mengintegrasikan teknologi ini pada sistem kesehatan masyarakat, mereka berharap dapat mengurangi angka kejadian TBC pada populasi yang berpotensi tinggi.
Melalui pendekatan ini, diharapkan banyak masyarakat yang akan teridentifikasi lebih awal dan mendapatkan penanganan yang diperlukan. Dengan demikian, keseluruhan sistem kesehatan dapat berfungsi lebih baik dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Proses Pengembangan Alat Deteksi Suara Batuk
Proses pengembangan alat skrining suara batuk ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di ITS. Kerja sama antara berbagai disiplin ilmu diperlukan untuk menghasilkan alat yang efektif dan efisien.
Dalam prosesnya, anggota tim melakukan berbagai eksperimen untuk memastikan bahwa alat yang dirancang benar-benar dapat mendeteksi gejala TBC dengan akurat. Setiap langkah diuji coba dan dievaluasi untuk mengoptimalkan hasil yang diperoleh.
Tim juga melakukan kolaborasi dengan beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan data dan masukan yang diperlukan. Hal ini penting agar pengembangan alat ini tidak hanya teoritis, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam praktik di lapangan.
Setelah melalui tahapan pengujian awal, tim kini tengah fokus pada peningkatan kualitas suara dan akurasi deteksi. Dengan teknologi yang semakin berkembang, mereka berusaha agar alat ini dapat terus ditingkatkan dan disempurnakan.
Kendati proses pengembangan memerlukan waktu dan usaha yang tidak sedikit, tim merasa optimis akan keberhasilan inovasi ini. Mereka melihat adanya peluang besar bagi teknologi ini untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dampak Positif terhadap Masyarakat dan Kesehatan Umum
Inovasi deteksi dini TBC ini diharapkan akan membawa banyak manfaat, tidak hanya bagi individu yang terdeteksi penyakitnya, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan deteksi dini, langkah-langkah pencegahan dapat diambil sebelum penyakit menyebar lebih jauh.
Selanjutnya, alat ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap program kesehatan masyarakat yang lebih luas. Dalam jangka panjang, tujuan utamanya adalah mengurangi angka kejadian dan kematian akibat TBC di seluruh dunia.
Kebangkitan teknologi seperti ini diharapkan dapat mendorong motivasi kepada pihak lain untuk mengembangkan inovasi serupa, terutama di bidang kesehatan. Dengan demikian, akan muncul lebih banyak solusi yang menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang ada.
Secara keseluruhan, pendekatan baru ini tidak hanya efisien dan praktis, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini. Pengetahuan akan penyakit ini dapat membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri.
Dengan demikian, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan kesehatan yang lebih baik bagi semua. Inovasi ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memberikan manfaat pada saat ini, tetapi juga untuk masa depan yang lebih cerah.


































