www.sekilasnews.id – Momen ulang tahun ke-11 Partai Perindo di kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro 29, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Foto/Dok.SindoNews
Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 16 persen dari mereka yang pernah mengikuti pendidikan politik, dan lebih rendah lagi, kurang dari 10 persen yang aktif berkontribusi di partai politik atau menjadi relawan. Hal ini mencerminkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam politik masih sangat minim dan cenderung bersifat pasif.
Ketidakaktifan tersebut menjadi perhatian besar, karena ruang untuk partisipasi yang lebih substansial, seperti memahami mekanisme kerja partai hingga berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh mereka. Keberadaan generasi muda dalam politik sangat penting untuk kelangsungan demokrasi yang sehat di Indonesia.
Baca juga: Refleksi 11 Tahun Partai Perindo: Menjadi Energi Baru Politik Indonesia
Dalam menghadapi keadaan tersebut, beberapa partai politik mulai mengambil inisiatif untuk melibatkan generasi muda dengan cara baru. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan meluncurkan program magang bernama Political Development Program (PDP) yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dan para lulusan baru yang tertarik dengan praktik politik sehari-hari.
Program ini menjadi oase politik bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam seluk beluk dunia politik, dan kini telah memasuki batch ke-3 dengan lebih dari 500 pendaftar setiap periode. Hal ini menunjukkan adanya minat yang cukup tinggi di kalangan generasi muda untuk terlibat dalam politik secara langsung.
Tantangan Keterlibatan Politik di Kalangan Generasi Muda
Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman mengenai pentingnya politik. Banyak dari mereka yang merasa bahwa politik adalah dunia yang jauh dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Padahal, partisipasi dalam politik dapat mengubah arah kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.
Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya stereotype negatif mengenai politik yang diinformasikan dari berbagai dan pengalaman yang membentuk persepsi mereka. Ketidakpercayaan terhadap institusi politik menjadi penghalang utama untuk keterlibatan lebih jauh dalam dunia politik.
Di sisi lain, media sosial yang seharusnya bisa menjadi alat untuk edukasi juga sering kali dipenuhi dengan informasi yang tidak akurat, memperburuk pemahaman mereka tentang dinamika politik. Akibatnya, pemuda cenderung enggan untuk terlibat karena merasa tidak memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang relevan.
Inisiatif Partai Politik untuk Meningkatkan Keterlibatan Pemuda
Partai politik yang menyadari akan pentingnya melibatkan generasi muda mulai merancang program-program yang lebih menarik dan substantif. Salah satunya adalah Political Development Program (PDP) yang mampu menarik perhatian mahasiswa dan lulusan baru untuk memahami praktik politik dari dalam.
Melalui program ini, para peserta tidak hanya diajarkan teori politik, tetapi juga dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan politik, seperti penyusunan kebijakan dan kampanye. Pengalaman langsung ini memberikan mereka wawasan yang lebih luas tentang dunia politik yang sebenarnya.
PDP bukan sekadar program edukasi, tetapi juga sebuah platform bagi pemuda untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk membentuk pemimpin masa depan yang lebih terdidik dan terlibat dalam politik.
Pentingnya Kesadaran Politik di Kalangan Pemuda
Keterlibatan generasi muda dalam politik sangat berpengaruh terhadap proses pengambilan kebijakan di masa mendatang. Kesadaran politik yang tinggi di kalangan pemuda akan menciptakan generasi yang lebih responsif terhadap isu-isu sosial dan politik yang ada. Hal ini juga akan memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.
Generasi muda perlu menyadari bahwa suara mereka memiliki kekuatan. Setiap pemilihan umum, setiap kebijakan yang ditetapkan, dapat berdampak langsung pada kehidupan mereka. Oleh karena itu, edukasi dan pemahaman yang mendalam mengenai politik menjadi sangat esensial.
Melalui program-program seperti PDP, diharapkan generasi muda dapat berkembang menjadi warga negara aktif yang tidak hanya menggunakan hak suara, tetapi juga berkontribusi pada proses pembuatan keputusan yang lebih baik. Ini akan membawa angin segar bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Keterlibatan tersebut harus terus didorong agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam arena politik, tetapi ikut berperan aktif dalam menentukan masa depan bangsa.


































