www.sekilasnews.id – Keluarga Cheriatna dan Farida Ningsih menjadi teladan di momen peringatan Hari Anak Sedunia 2025. Mereka menunjukkan bagaimana membina generasi pemimpin, pemikir, dan penggerak perubahan tidaklah mudah, melainkan memerlukan usaha yang gigih dan penuh komitmen.
Perjalanannya dimulai pada 10 April 1999, saat mereka menikah dengan segala keterbatasan yang ada. Selama bertahun-tahun, mereka harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara beragam, mulai dari berjualan bunga hingga menjajakan koran.
Kisah cinta mereka tidak hanya berisi tawa, tetapi juga air mata dan kerja keras. Dari berbagai usaha yang dijalani, mereka akhirnya menemukan jalur yang tepat dengan mendirikan Cheria Holiday, agen wisata halal yang kini dikenal luas.
Pendiri dan Filosofi Cheria Holiday yang Mempesona
Cheria Holiday berawal dari visi pasutri ini untuk memberikan pengalaman wisata halal yang menyenangkan bagi umat Muslim. Nama Cheria yang berarti keceriaan merefleksikan tujuan mereka agar setiap perjalanan selalu membawa kebahagiaan.
Mereka menganggap setiap trip yang sukses sebagai bentuk dakwah dan solusi bagi umat Muslim untuk menikmati perjalanan tanpa mengorbankan syariat. Dengan konsep ini, mereka ingin memastikan seluruh aspek perjalanan, dari akomodasi hingga makanan, sesuai dengan syariat Islam.
Dalam perjalanan ini, mereka pun menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pengalaman perjalanan yang ditawarkan tidak hanya aman tetapi juga bermanfaat. Cheria Holiday segera menjadi pelopor dalam industri travel halal di Indonesia.
Pendidikan Anak yang Berbeda dari yang Umumnya Diterapkan
Selama tiga dekade pernikahan, Cheriatna dan Farida sepakat untuk tidak membelikan televisi agar anak-anak mereka lebih kreatif dan interaktif dalam berbagai kegiatan. Mereka memilih pendidikan nonformal sebagai alternatif, dengan kelompok belajar dan pendidikan anak usia dini.
Farida yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi menyadari bahwa apa yang dipelajari di kampus tidak sepenuhnya relevan dengan kehidupan nyata. Ia lebih memilih untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan kebutuhan dan keahlian masing-masing.
Konsep “banyak anak, banyak rezeki” menjadi motivasi utama bagi mereka untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga. Meski sempat merasa galau dan berpikir keras, mereka tetap melanjutkan visi untuk memiliki anak sebanyak mungkin.
Kehilangan yang Menghiasi Perjalanan Hidup Mereka
Dalam perjalanan panjang, mereka juga mengalami kehilangan yang mendalam ketika salah satu anak mereka meninggal di usia dini. Kejadian ini meninggalkan kesan yang mendalam, dan Farida berjanji untuk lebih telaten saat dikaruniai keturunan berikutnya.
Kehadiran anak kedua mereka, Farhah Chefa Qonita, menjadi momen bahagia yang membawa warna baru bagi keluarga. Sejak saat itu, kehadiran tiap anak kian menghadirkan sukacita dan kebahagiaan dalam keseharian mereka.
Dengan keberhasilan mendidik dan membesarkan sepuluh anak, Cheriatna dan Farida tidak hanya menciptakan generasi yang siap mewarisi bisnis, tetapi juga generasi yang berpikiran kreatif dan mandiri. Setiap anak mereka dilibatkan dalam berbagai aspek bisnis untuk menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan.


































