www.sekilasnews.id – Daftar SPBU yang Sudah Beroperasi Pasca Banjir dan Longsor di Sumatera. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – Penyaluran BBM dan LPG di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang paling parah dan sempat terisolasi, telah pulih pasca bencana banjir dan longsor. Hingga hari Sabtu (6/12), setidaknya sudah ada 3 SPBU yang beroperasi melayani masyarakat. Adapun di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dan Aceh, masih terdapat beberapa SPBU yang blackout (jaringan listrik mati) ataupun mengalami kerusakan sarana dan prasarana akibat terkena banjir.
“Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) memprioritaskan pemulihan SPBU yang terkena dampak bencana. Kami juga sudah memulihkan 3 SPBU di Kabupaten Aceh Tamiang, agar dapat berfungsi melayani kebutuhan masyarakat di sana,” sebut Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi dalam keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).
Baca Juga: Bahlil Minta SPBU Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatera Beroperasi 24 Jam
Untuk SPBU di Sumut, saat ini hanya 3 SPBU yang masih belum beroperasi. Rudy merinci, dari 55 SPBU di Kabupaten Deli Serdang 1 SPBU masih mengalami kerusakan sarana dan prasarana, sementara 54 lainnya telah beroperasi. Kemudian di Kabupaten Langkat, dari 21 SPBU, ada 2 yang masih belum dapat melayani konsumen karena mengalami banjir di area pulau pompa.
Pemulihan SPBU Pasca Bencana di Aceh Tamiang
Pemulihan penyaluran bahan bakar sangat penting bagi masyarakat yang terisolasi karena bencana. Saat ini, pemerintah dan pihak terkait sedang bekerja keras untuk memastikan semua SPBU berfungsi dengan baik.
Ketiga SPBU yang telah beroperasi di Aceh Tamiang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Pengalaman bencana ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur energi terhadap bencana alam yang tiba-tiba.
Pemerintah juga menerapkan langkah-langkah darurat untuk memberikan bantuan kepada daerah yang terkena dampak. Pihak berwenang berkomitmen untuk mengembalikan kondisi normal secepat mungkin agar aktifitas masyarakat bisa berjalan kembali.
Update SPBU di Sumatra Utara dan Aceh
Dari data terakhir, masih ada beberapa SPBU di Sumut yang belum beroperasi. Ini menjadi perhatian khusus, mengingat peran vital mereka dalam menyalurkan bahan bakar dan LPG kepada masyarakat.
Rudy Sufahriadi menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur adalah prioritas utama. Tindakan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan setiap SPBU dapat melayani masyarakat tanpa kendala.
Kondisi ini juga diharapkan dapat mengurangi antrean panjang kendaraan yang tengah mencari bahan bakar. Penyelesaian masalah ini sangat penting bagi kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi.
Proyek Jangka Panjang untuk Memperkuat Infrastruktur Energi
Bencana seperti banjir dan longsor mengungkapkan kelemahan dalam infrastruktur energi di Indonesia. Oleh karena itu, proyek jangka panjang diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi.
Pemerintah tentunya akan melakukan evaluasi mendalam setelah pemulihan terhadap SPBU. Ini untuk memahami area yang perlu ditingkatkan agar infrastruktur dapat bertahan lebih baik di masa depan.
Warga juga diharapkan turut berperan dalam pemulihan ini dengan menjaga lingkungan dan infrastruktur yang ada. Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan.


































