www.sekilasnews.id –
Ketua BPOM menunjukkan sertifikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA) dalam regulasi produk medis (vaksin). Foto/Ist
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa penetapan itu menjadikan BPOM sejajar dengan regulator kelas global, seperti seperti Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia, yang juga menerima status WLA pada periode yang sama.
Baca juga: BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
“Negara yang memperoleh status WLA mendapatkan pengakuan internasional, sehingga produk farmasi dan vaksinnya dapat dimasukkan ke dalam daftar produk yang direkomendasikan oleh WHO,” kata Taruna Ikrar dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/12/2025).
Pencapaian status WLA ini, lanjut dia, akan memberikan dampak strategis bagi Indonesia, antara lain meningkatkan produksi dalam negeri sehingga mendukung kemandirian obat dan vaksin, mendorong ekspor produk. Dengan demikian bakal berkontribusi pada penguatan perekonomian Indonesia, mendukung rantai pasok yang lebih tangguh, khususnya dalam situasi darurat kesehatan, dan meningkatkan reputasi internasional Indonesia di kancah diplomasi kesehatan global.
Taruna Ikrar menambahkan, capaian ini merupakan hasil dari komitmen nasional jangka panjang dalam membangun sistem pengawasan obat dan makanan yang kuat, berbasis ilmu pengetahuan, transparan, dan berstandar internasional.
Terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mendapatkan pengakuan internasional dengan status sebagai WHO Listed Authority. Hal ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, menunjukkan kemajuan signifikan dalam regulasi produk medis, khususnya dalam hal vaksin. BPOM kini diakui sejajar dengan lembaga-lembaga pengawas kesehatan terkemuka di dunia.
Pengakuan ini memberikan peluang yang lebih besar bagi Indonesia dalam berpartisipasi di pasar global. Sebagai negara yang sedang berkembang, status ini akan mendorong kepercayaan internasional terhadap produk-produk kesehatan yang dihasilkan Indonesia. Momen ini menjadi landasan kuat untuk membangun reputasi Indonesia di arena global.
Mengapa Status WLA Ini Penting bagi Indonesia?
Dengan perolehan status WLA, banyak manfaat yang dapat dirasakan. Pertama, BPOM dapat mendorong produksi obat dan vaksin dalam negeri yang berkualitas. Hal ini tentu saja akan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri yang sering kali memiliki harga tinggi dan aksesibilitas yang terbatas.
Kedua, status ini memungkinkan produk farmasi dan vaksin Indonesia untuk lebih mudah diterima di pasar internasional. Tentu, hal ini membuka peluang ekspor yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, perekonomian nasional dapat berangsur-angsur pulih dan tumbuh lebih baik.
Ketiga, pencapaian ini akan memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia. Dalam situasi darurat kesehatan, memiliki otoritas pengawas yang diakui secara internasional akan meningkatkan kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan dalam penanganan masalah kesehatan global. Indonesia akan lebih siap dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Peran BPOM dalam Mengawal Kualitas Produk Medis
BPOM memiliki peran yang krusial dalam menjamin kualitas dan keamanan obat serta vaksin yang beredar di masyarakat. Dengan adanya pengakuan internasional ini, BPOM dapat meningkatkan standar pengawasan dan regulasi produk kesehatan. Fokus utama BPOM adalah melindungi masyarakat dari risiko produk medis yang tidak berkualitas.
Sistem pengawasan yang transparan dan berbasis ilmu pengetahuan menjadi landasan dalam setiap kebijakan BPOM. Melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, BPOM berusaha untuk selalu berada di garis depan dalam inovasi dan regulasi produk kesehatan. Dengan demikian, masyarakat bisa merasa lebih aman menggunakan produk yang telah disertifikasi oleh BPOM.
Selain itu, BPOM juga berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih produk yang telah terjamin kualitasnya. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh produk yang tidak terdaftar. Kesadaran masyarakat terhadap perlunya mengawasi dan memilih produk yang aman sangatlah penting dalam menjaga kesehatan publik.
Komitmen Jangka Panjang untuk Kemandirian Vaksin dan Obat
Pencapaian status WLA tidak datang dengan cepat; melainkan hasil dari komitmen jangka panjang yang telah dibangun oleh pemerintah dan BPOM. Selama bertahun-tahun, langkah strategis telah diambil untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Ini mencakup pengembangan infrastruktur dan pelatihan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang kesehatan.
Sebagai bagian dari pemenuhan standar internasional, BPOM melakukan berbagai evaluasi dan audit secara berkala untuk memastikan bahwa semua produk yang beredar memenuhi kriteria yang ditetapkan. Komitmen ini tidak hanya akan membuahkan hasil dalam jangka pendek, tetapi juga akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
Lebih dari itu, fokus pada kemandirian vaksin dan obat menjadi sangat penting, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu. Dengan memiliki kapasitas produksi yang baik dan sistem regulasi yang kuat, Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakatnya.


































