www.sekilasnews.id – Kerja sama strategis senilai Rp960 miliar antara anak usaha CYBR dan RTN untuk Kementerian Pertahanan RI ini menjadi tonggak penting penguatan pertahanan siber nasional melalui pelatihan SDM. Foto:
JAKARTA – Pertahanan siber nasional mendapat suntikan energi baru. PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), emiten yang fokus pada solusi keamanan siber, melalui anak usahanya, PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy), mengumumkan telah mengamankan kontrak kerja sama bernilai fantastis untuk program pelatihan Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Nilai kontrak tersebut mencapai USD60 juta atau setara Rp960 miliar, angka yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga strategis secara substansi.
Kontrak ini ditandatangani pada 24 Desember 2025 dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), penyedia layanan yang menjadi mitra Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam skema ini, Kementerian Pertahanan bertindak sebagai pengguna akhir (end-user), sementara ITSEC Cyber & AI Academy, yang 99 persen sahamnya dimiliki oleh CYBR, berperan sebagai pelaksana pelatihan.
Kerja sama ini akan berlangsung selama empat tahun sejak kontrak ditandatangani.
Respons Terhadap Eskalasi Ancaman Siber
Langkah ini merupakan respons strategis terhadap dinamika global di mana serangan siber telah bertransformasi menjadi ancaman keamanan nasional yang serius. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa infrastruktur teknologi informasi harus dilindungi dari potensi serangan yang kian canggih.
Dengan adanya kemitraan ini, Kementerian Pertahanan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang siber. Pelatihan yang akan dilakukan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan siber modern.
Pelatihan akan mencakup berbagai aspek penting dalam keamanan siber, termasuk deteksi serangan, penanggulangan ancaman, serta analisis risiko. Ini menjadi langkah preventif yang akan mendukung upaya pertahanan negara dalam menghadapi berbagai bentuk serangan yang berpotensi merugikan.
Pentingnya Keluarga Digital dalam Pertahanan Siber
Keluarga digital merupakan istilah yang semakin muncul dalam konteks pertahanan siber. Dengan fokus pada penguatan kemampuan tim siber, program ini akan melahirkan generasi baru yang profesional di bidang keamanan digital.
Melalui pemrograman yang terstruktur, peserta akan mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai alat-alat dan teknik yang digunakan dalam industri. Ini bertujuan agar mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan infrastruktur teknologi informasi pemerintah.
Kesadaran akan ancaman siber yang kompleks mendorong pentingnya kerjasama antarpihak. Program ini tidak hanya mengajak Kementerian Pertahanan untuk terlibat, tetapi juga mencakup berbagai lembaga dan sektor terkait yang memiliki kepentingan dalam menjaga kedaulatan digital.
Membangun Infrastruktur Keamanan Siber yang Kuat
Dari perspektif infrastruktur, perlu ada pembangunan sistem yang kuat dan adaptif terhadap perubahan. Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengatasi serangan siber.
Infrastruktur yang kuat mencakup pengembangan perangkat lunak yang canggih dan pemanfaatan teknologi terbaru dalam keamanan. Hal ini sangat penting agar sistem pertahanan dapat selalu paling tidak satu langkah lebih maju dibandingkan dengan ancaman yang ada.
Diharapkan dengan adanya program pelatihan ini, jumlah profesional di bidang keamanan siber dapat meningkat. Hal ini akan memperkuat daya tahan negara dalam menghadapi berbagai tantangan terkait dengan keamanan digital yang terus berkembang.


































