www.sekilasnews.id – Maudatinur, wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Foto/UI.
JAKARTA – Tumbuh di Aceh Singkil, wilayah yang termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Maudatinur memahami betul arti keterbatasan akses. Namun baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022 ini berhasil menuntaskan studinya hanya dalam 3,5 tahun.
Ketertarikannya pada dunia kesehatan berawal dari pengalaman pribadi. Saat kecil, ia pernah merasakan kepanikan ketika kondisi kesehatan orang terdekatnya berubah begitu cepat. Ia kehilangan kedua orang tuanya dalam rentang waktu satu tahun, sebuah peristiwa yang membekas dan menumbuhkan banyak pertanyaan dalam benaknya.
“Sejak saat itu saya sering bertanya-tanya, kenapa penyakit bisa datang tiba-tiba dan bagaimana cara mencegahnya. Saya ingin membantu orang lain agar bisa menjaga kesehatan orang-orang yang mereka sayangi,” tutur Mauda, melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).
Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI datang melalui jalur afirmasi berbasis nilai rapor. Bagi Mauda, itu bukan sekadar pintu masuk ke kampus impian, melainkan amanah yang harus dijaga. Masa-masa awal perkuliahan tidak selalu mudah; ia harus beradaptasi dengan ritme belajar yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta lingkungan yang penuh persaingan.
Perjuangan Maudatinur untuk mencapai gelar sarjana tidak lepas dari berbagai tantangan yang ia hadapi. Berasal dari daerah yang minim fasilitas pendidikan, ia harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Ia menyadari bahwa setiap langkah dalam pendidikannya adalah satu langkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpinya.
Bagi Mauda, setiap ujian dan tugas yang diberikan dosen adalah peluang untuk belajar lebih banyak tentang ilmu keperawatan. Kebangkitan semangat dan rasa percaya dirinya tumbuh seiring berjalannya waktu, meskipun awalnya ia merasa kesulitan.
Dengan tekad yang kuat, Maudatinur tidak hanya ingin menjadi seorang perawat yang kompeten, tetapi juga seorang pemimpin yang peduli pada masyarakat. Ia bermimpi dapat berkontribusi lebih besar dalam bidang kesehatan, terutama di daerah asalnya yang masih banyak membutuhkan perhatian.
Perjalanan Inspiratif Maudatinur di Kampus Universitas Indonesia
Maudatinur memulai perjalanannya di Universitas Indonesia dengan semangat yang menggebu-gebu. Awal yang sulit tidak menyurutkan niatnya untuk belajar lebih keras. Ia menyadari bahwa pendidikan merupakan usaha sistematis untuk mencapai tujuan masa depan yang lebih baik.
Selama menjalani pendidikan, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang tidak hanya memperluas jejaring sosial, tetapi juga menambah pengetahuan teoritis dan praktis di bidang keperawatan. Di sinilah ia menemukan rekan-rekan sejawat yang saling mendukung satu sama lain.
Maudatinur juga berusaha untuk terlibat dalam program-program pengabdian masyarakat, di mana ia dapat langsung berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah sekitarnya. Pengalaman itu membuatnya semakin menyadari peran penting seorang perawat dalam masyarakat.
Melalui pengalaman dan capaian yang diraih, Maudatinur menyadari pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam bidang kesehatan. Ia berharap agar kelak dapat membangun jaringan dengan sesama tenaga kesehatan untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik.
Selama kuliah, tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak membuatnya melupakan tujuan awalnya, yaitu untuk membantu orang lain. Maudatinur berkomitmen untuk memahami dan mengatasi berbagai isu kesehatan yang ada di masyarakat.
Pengalaman dan Kesulitan yang Dihadapi Selama Belajar
Pendidikan tinggi di bidang keperawatan pastinya tidaklah mudah. Maudatinur harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi akademik maupun emosional. Ia menyadari bahwa persaingan di dunia pendidikan tinggi sangatlah ketat.
Selain itu, ia juga harus menyeimbangkan antara studi dan kehidupan pribadi. Keberadaan dukungan dari keluarga dan teman-teman sangatlah berharga dalam perjalanan ini. Mereka menjadi sumber semangat yang tak henti-hentinya mendorongnya untuk tetap melangkah maju.
Berkat kerja keras dan ketekunannya, Maudatinur berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Ia menunjukkan bahwa meskipun berasal dari daerah dengan keterbatasan, seseorang tetap bisa sukses jika memiliki keinginan dan usaha yang kuat.
Selama kuliah, Maudatinur tak pernah takut untuk bertanya kepada dosen atau mencari bantuan jika menemui kesulitan. Sikap proaktifnya ini membantunya meraih pemahaman yang lebih baik tentang materi kuliah yang diajarkan.
Kendati banyak rintangan yang harus dilewati, kebahagiaan bisa melihat kemajuan diri sendiri memberikan kepuasan tersendiri. Maudatinur belajar untuk bersyukur atas setiap proses yang dilalui, karateknya untuk mencapai tujuan masa depannya semakin kuat.
Visi Masa Depan dan Harapan untuk Masyarakat
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan, Maudatinur memiliki visi yang jelas mengenai langkah selanjutnya. Ia ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan memperdalam ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Visi ini didasarkan pada keinginannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai seorang perawat, ia bertekad untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerah tempat tinggalnya. Ia ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Maudatinur percaya bahwa pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah dapat digunakan untuk menciptakan program-program kesehatan yang lebih efektif dan inovatif. Harapannya, program-program tersebut dapat menjangkau masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Dari perjalanan hidup Maudatinur kita bisa belajar bahwa pendidikan adalah jalan untuk mencapai impian dan menciptakan perubahan. Ia menunjukkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika kita mau berusaha.
Keberhasilan Maudatinur bukan hanya tentang meraih gelar semata, tetapi juga tentang memberi makna bagi hidup orang lain. Dan itulah yang menjadi pendorong utama dalam setiap langkahnya ke depan.


































