www.sekilasnews.id – Sering ingin buang air kecil, meskipun urinenya sedikit adalah salah satu gejala Infeksi saluran kemih yang harus diwaspadai. Foto/RS Pondok Indah
JAKARTA – Selebgram Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) di usia 26 tahun. Meninggalnya influencer sekaligus artis Tanah Air ini mengejutkan publik sekaligus menyisakan duka mendalam.
Kabar kematian kekasih Reza Arap itu masih didalami pihak berwajib. Namun, Lula sempat dirawat di rumah sakit imbas penyakit batu ginjal hingga infeksi saluran kemih yang dideritanya.
Baca Juga : Lula Lahfah Pernah Dirawat di RS, Akui Kena Penyakit ISK hingga Gerd
Lantas, apa itu infeksi saluran kemih (ISK) yang sempat dialami Lula Lahfah?
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi medis yang terjadi ketika bakteri atau kuman masuk dan berkembang biak di saluran kemih. Saluran kemih sendiri terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Infeksi ini umumnya lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria akibat struktur anatomi yang berbeda. Wanita memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Dalam beberapa kasus, infeksi ini juga dapat menyebabkan gejala yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain menyebabkan nyeri saat berkemih, infeksi saluran kemih juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Gejala lainnya termasuk sering buang air kecil dengan volume urin yang sedikit serta sensasi terbakar saat berkemih.
Penyebab Umum Infeksi Saluran Kemih yang Perlu Diketahui
Penyebab utama infeksi saluran kemih adalah bakteri, dengan Escherichia coli (E. coli) sebagai penyebab paling umum. Bakteri ini biasanya berasal dari usus dan dapat berpindah ke saluran kemih. Dalam banyak kasus, infeksi ini dapat terjadi akibat kebersihan yang kurang baik.
Selain E. coli, beberapa jenis bakteri lain juga dapat menyebabkan ISK, termasuk Klebsiella, Enterobacter, dan Proteus. Kontaminasi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah hubungan seksual yang tidak aman.
Faktor risiko lainnya meliputi kehamilan, menopause, serta penggunaan kateter yang berkepanjangan. Wanita yang telah mengalami beberapa episode ISK sebelumnya juga lebih rentan untuk mengalami infeksi berulang.
Gejala yang Harus Diwaspadai Terkait Infeksi Saluran Kemih
Gejala awal infeksi saluran kemih sering kali ringan, namun dapat berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan benar. Sering ingin buang air kecil, dengan rasa nyeri saat berkemih adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai. Selain itu, urine yang dikeluarkan mungkin tampak keruh dan berbau tidak sedap.
Nyeri atau rasa tidak nyaman pada punggung bawah atau perut bagian bawah juga dapat terjadi. Jika infeksi ini menyebar ke ginjal, gejala tambahan seperti demam, menggigil, dan bahkan mual dan muntah dapat muncul.
Biasanya, gejala ini akan muncul secara mendadak dan menjadi lebih intensif dalam waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, penting untuk segera mendapatkan pengobatan medis jika Anda mengalami tanda-tanda ini.
Pencegahan Infeksi Saluran Kemih yang Dapat Dilakukan
Pencegahan infeksi saluran kemih dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi. Menghabiskan waktu di toilet untuk membuang air kecil dan menjaga area genital tetap kering dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi. Selain itu, metode penyucian yang benar setelah berkemih juga sangat penting.
Perbanyak konsumsi cairan, terutama air putih, untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih. Cara ini dapat membantu menjaga kandung kemih tetap bersih dan mencegah pertumbuhan bakteri.
Adanya kebiasaan buang air kecil setelah berhubungan seksual juga sangat dianjurkan. Ini dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke saluran kemih selama aktivitas seksual.


































