www.sekilasnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang banyak diminati calon mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Dengan basis prestasi akademik dan non akademik yang kuat, ITS mampu menarik perhatian siswa-siswa berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan hasil seleksi SNBP 2025, beberapa program studi di ITS menunjukkan keketatan yang rendah. Hal ini memberikan peluang lebih besar bagi siswa berprestasi untuk diterima di program studi pilihan mereka pada SNBP 2026.
Pada SNBP 2026, seleksi tidak hanya mengandalkan nilai dari ujian nasional, tetapi juga mempertimbangkan rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran. Pendekatan ini mendorong siswa untuk fokus dalam belajar secara holistik dan lintas disipliner, bukan hanya pada beberapa bidang mata pelajaran saja.
Kepentingan Analisis Program Studi Terhadap Peluang Masuk Perguruan Tinggi
Analisis keketatan program studi menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan calon mahasiswa. Dengan memahami keketatan dan daya tampung setiap program studi, siswa dapat mengarahkan upaya mereka untuk meningkatkan peluang diterima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ITS memiliki beberapa program studi dengan tingkat keketatan yang lebih rendah. Informasi ini sangat penting bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi di bidang teknik dan desain.
Pemahaman mendalam tentang program studi yang diminati dapat membantu siswa memprioritaskan studi mereka. Misalnya, fokus pada pengembangan potensi diri di bidang akademik dan non akademik sesuai dengan program studi yang diinginkan.
Pentingnya Kualifikasi Tambahan di Luar Nilai Akademis
Tidak hanya nilai akademis yang penting dalam seleksi SNBP, tetapi juga prestasi non akademik. Calon mahasiswa yang aktif dalam organisasi, lomba, atau kegiatan sosial memiliki nilai tambah yang signifikan.
Siswa yang memiliki portofolio yang kuat di bidang desain, seperti Desain Produk atau Desain Komunikasi Visual, akan lebih berpeluang diterima. Ini menunjukkan bahwa keterampilan praktis dan pengalaman nyata dapat mempengaruhi hasil seleksi.
ETS menilai tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga keterampilan aplikasi di dunia nyata. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi kini lebih banyak menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Penting Rapat Koordinasi dalam Memperkuat Strategi Penerimaan Mahasiswa
Koordinasi antara program studi dan pihak administrasi sangat penting untuk memperkuat strategi penerimaan mahasiswa baru. Rapat koordinasi merupakan momen strategis dalam merumuskan pola penerimaan yang efektif.
Melalui rapat-rapat ini, pihak-pihak terkait dapat menetapkan kriteria seleksi yang relevan dengan tuntutan pasar. Hal ini tentunya berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Selain itu, koordinasi yang baik juga menciptakan sinergi antara fakultas dan pihak lainnya. Sinergi ini akan mempermudah pemantauan dan evaluasi terhadap perjalanan akademik mahasiswa selama proses belajar mengajar di ITS.


































