www.sekilasnews.id – Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) untuk kuartal IV tahun 2025. Laporan ini menunjukkan bahwa kinerja dunia usaha masih berada dalam kondisi yang baik, meskipun ada sedikit penurunan yang diukurkan melalui nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 10,61%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa hampir semua Lapangan Usaha (LU) menunjukkan hasil positif. SBT tertinggi tercatat pada sektor Jasa Keuangan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Reparasi Mobil dan Motor.
Selain itu, sektor Industri Pengolahan, Administrasi Pemerintahan, serta Penyediaan Akomodasi juga menyumbang kinerja positif. Kenaikan aktivitas pada Hari Besar Keagamaan Nasional mendorong permintaan domestik yang berpengaruh terhadap performa dunia usaha.
Kondisi Kinerja Dunia Usaha Berdasarkan Survei Terbaru
Survei Kegiatan Dunia Usaha memberikan gambaran jelas mengenai kinerja sektor-sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian. Dengan SBT yang berada di angka 10,61%, indikasi ini menggambarkan tren positif meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Ramdan menambahkan, bahwa sejumlah LU menunjukkan SBT yang sangat positif, seperti Jasa Keuangan dan Perdagangan. Sektor-sektor tersebut memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah tantangan yang ada.
Hal ini mencerminkan bahwa permintaan domestik masih kuat, terutama di saat menjelang musim perayaan. Aktivitas yang meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru turut mendukung daya beli masyarakat.
Peran Kapasitas Produksi dalam Dunia Usaha
Kapasitas produksi merupakan indikator penting dalam menilai kinerja dunia usaha. Pada triwulan IV 2025, kapasitas produksi tercatat tetap terjaga pada level 73,15%. Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas industri mampu memenuhi permintaan pasar yang ada.
Ramdan menyatakan bahwa beberapa LU, seperti Pengadaan Listrik dan Air, berkontribusi dalam mempertahankan level kapasitas produksi. Ini menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha di dalam negeri.
Selain itu, akses yang lebih mudah terhadap kredit juga mendukung likuiditas dan rentabilitas yang baik bagi dunia usaha. Ini menjadi faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Prognosis Kegiatan Usaha di Kuartal I 2026
Menjelang kuartal I tahun 2026, responden memproyeksikan peningkatan dalam kegiatan usaha dengan nilai SBT sebesar 12,93%. Optimisme ini dipandang sebagai peluang bagi berbagai sektor, terutama pada bidang pertanian dan industri pengolahan.
Musim panen yang akan datang diprediksi memberikan dampak positif pada kegiatan pertanian, sehingga permintaan dari sektor tersebut akan mengalami lonjakan. Sektor perdagangan juga diharapkan dapat merespons peningkatan permintaan, terutama pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Dengan banyaknya momentum positif yang diperoleh, dunia usaha diharapkan dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk tetap bersinergi demi menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif.


































