www.sekilasnews.id – Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto ingin desain IKN bisa antisipasi karhutla. Foto/SindoNews
“Desain itu kan dalam artian luas juga ya. Termasuk fungsi itu kan misalnya sebuah kawasannya ini perlu di perhatikan desainnya dan fungsinya, contoh misalnya penambahan embung-embung,” kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Prasetyo menjelaskan perhatian Presiden Prabowo didorong oleh kondisi iklim di wilayah IKN yang cenderung panas serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kawasan tersebut berada di wilayah dengan tutupan hutan yang luas.
Baca juga: Pembangunan Gedung Legislatif dan Yudikatif di IKN Ditarget Selesai 2028
Oleh karena itu, kata Prasetyo, Presiden Prabowo menekankan agar desain pembangunan benar-benar memperhitungkan langkah antisipatif terhadap berbagai risiko lingkungan.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu proyek ambisius pemerintah yang terus mendapatkan perhatian masyarakat. Berbagai elemen masyarakat berharap agar rencana tersebut tidak hanya sekadar gagasan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Proses perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin timbul, seperti kebakaran hutan dan lahan di wilayah IKN.
Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto berfokus pada pentingnya aspek desain dalam pembangunan IKN. Desain yang baik tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga fungsi serta dampak lingkungan. Oleh karena itu, penambahan embung sebagai salah satu sarana pengendalian banjir dan pengairan diharapkan dapat menjadi solusi terhadap isu lingkungan yang ada.
Pentingnya aspek keberlanjutan dalam pembangunan IKN menjadi hal yang harus diprioritaskan. Dengan mempertimbangkan perubahan iklim dan berbagai tantangan lingkungan lainnya, desain yang direncanakan harus mampu beradaptasi dan memberikan solusi bagi masyarakat. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan.
Pertimbangan Desain untuk Mengantisipasi Karhutla
Dalam konteks keberlanjutan, penambahan embung dalam perencanaan IKN tidak bisa dianggap remeh. Embung berfungsi sebagai penampungan air yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya embung yang cukup, risiko kekeringan di wilayah tersebut dapat diminimalisir, sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pemeliharaan lingkungan dalam pengembangan desain IKN. Hal ini menjadi prioritas agar kawasan IKN tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga tetap memiliki ekosistem yang seimbang. Keseimbangan ini sangat penting dalam rangka menjaga keanekaragaman hayati dan menyediakan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.
Upaya untuk menciptakan desain yang berkelanjutan harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar lingkungan dan perencana kota. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek, dari sumber daya hingga infrastruktur, direncanakan dengan baik. Hal ini akan memastikan keberlangsungan IKN sebagai ibukota baru yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Risiko Lingkungan dan Perencanaan yang Matang
Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan IKN adalah potensi risiko lingkungan yang semakin meningkat. Seiring dengan perubahan iklim, risiko kebakaran hutan semakin meningkat, terutama di kawasan yang banyak terdapat tutupan hutan. Oleh sebab itu, langkah-langkah antisipatif harus diambil dalam desain kawasan ini.
Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa perhatian terhadap isu lingkungan harus menjadi bagian integral dari desain IKN. Ini mencakup tidak hanya penambahan embung, tetapi juga pengelolaan hutan dan penanaman pohon di sekitar kawasan. Dengan pendekatan ini, diharapkan area hijau bisa menjadi bagian dari pemukiman yang menyatu dengan alam.
Ketahanan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan dapat dicapai melalui perencanaan ruang yang cerdas. Penggunaan teknologi dalam monitoring dan pemetaan lahan juga sangat penting. Ini akan membantu pihak berwenang dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi potensi risiko sebelum menjadi bencana.
Visi Jangka Panjang untuk Ibu Kota Nusantara
Visi jangka panjang dari pembangunan IKN adalah menciptakan kota yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga inklusif. Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan IKN sebagai kota masa depan yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Ini juga berarti memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses perencanaan dan pembangunan.
Inklusivitas ini sangat penting agar semua elemen masyarakat dapat merasakan manfaat dari IKN. Masyarakat lokal perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, sehingga mereka merasa memiliki tempat tinggal yang baru. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan akan lebih berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan juga akan memberikan masukan berharga bagi pengembang dan pemerintah. Hal ini dapat meminimalkan potensi konflik dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap IKN. Dengan demikian, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang dinamis.


































