www.sekilasnews.id – Isaac Newton. FOTO/ IFL SCIENCE
LONDON – Sungguh suatu penghargaan atas kehebatan Isaac Newton dalam bidang fisika dan matematika sehingga orang-orang jarang menyebutkan saat ia mengancam akan membakar rumah ibunya, atau saat yang sama membingungkannya saat ia menusukkan sejumlah jarum ke bola matanya sendiri untuk melihat apa yang akan terjadi.
Ya, ketika Newton tidak merevolusi pemahaman kita tentang gerak dan gravitasi, menurut standar zaman sekarang, ia agak aneh. Selain mendedikasikan banyak waktu luangnya untuk mempelajari alkimia – sebuah kepercayaan abad pertengahan bahwa logam dapat diubah menjadi emas – Newton memiliki minat yang besar pada okultisme dan kiamat dalam Alkitab.
Faktanya, dalam beberapa spekulasi pribadi yang kemungkinan besar tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan, Newton mencoba memprediksi kiamat, berdasarkan pemahaman Protestannya tentang Alkitab dan peristiwa-peristiwa setelahnya. Dalam salah satu percobaan, yang ditulis di selembar kertas di samping perhitungan matematika sungguhan yang bukan kiamat, Newton tampaknya merujuk pada tahun 2060:
Prop. 1. 2300 hari nubuatan tidak dimulai sebelum munculnya tanduk kecil Kambing Jantan. 2 Hari-hari itu tidak dimulai s[a]h penghancuran Yerusalem & Bait Suci oleh bangsa Romawi tahun 70 M.
Isaac Newton selama hidupnya dikenal sebagai seorang ilmuwan brilian yang banyak memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, sedikit yang menyadari bahwa di balik kestabilan pemikiran ilmiahnya, terdapat sisi lain yang sangat beragam dan penuh spekulasi. Ia tidak hanya terfokus pada matematika dan fisika, tetapi juga terlibat dalam kajian-kajian yang lebih esoterik seperti alkimia dan ramalan.
Di dalam penelitiannya, Newton menghabiskan banyak waktu untuk merenungkan teks-teks kuno serta ramalan-ramalan dalam Alkitab. Ia berusaha untuk merumuskan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan masa depan umat manusia. Banyak hasil pemikirannya yang tidak diterbitkan, tetapi tetap menarik untuk dicermati dalam konteks jaman sekarang.
Minat Isaac Newton pada Alkitab dan Kiamat
Berdasarkan catatan yang ada, Newton mempunyai ketertarikan pada ramalan yang berhubungan dengan akhir zaman. Ia mempelajari berbagai tafsir Alkitab yang diyakininya mencerminkan tanda-tanda akhir zaman. Ketertarikan ini membuatnya menelusuri angka-angka dan simbol-simbol yang dapat memberikan petunjuk tentang apa yang akan datang.
Hal ini dapat dilihat dari banyak catatan yang ditinggalkannya, di mana ia berusaha mengaitkan peristiwa sejarah dengan nubuat Alkitab. Misalnya, ia percaya bahwa ada hubungan erat antara penghancuran Yerusalem pada tahun 70 M dan perhitungan-perhitungan yang ia buat mengenai akhir dunia.
Newton berpendapat bahwa pengetahuan tentang waktu dan peristiwa penting dalam sejarah dapat memberikan wawasan tentang zaman yang akan datang. Ia sangat memperhatikan detil-detil dalam teks-teks suci yang diyakininya dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang berputar di benak banyak orang pada jamannya.
Perhitungan Kiamat Newton pada Tahun 2060
Dalam konteks ini, Newton merujuk pada peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi dalam sejarah untuk mendukung perhitungannya. Ia mengkalkulasi bahwa hari-hari nubuatan tersebut dimulai sejak penghancuran Yerusalem. Ini menunjukkan betapa mendalamnya pemikiran Newton tentang keterkaitan antara sejarah dan ramalan yang dinyatakan dalam kitab suci.
Pengamatan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana Newton tidak hanya berpikir secara logis dan ilmiah, tetapi juga terpengaruh oleh keyakinan religiusnya. Sebuah kombinasi yang cukup unik, yang menjadikan pemikirannya tidak hanya terbatas pada batasan ilmu pengetahuan pada masanya.
Dampak Pemikiran Newton pada Ilmu Pengetahuan dan Agama
Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam pemikiran Newton telah menarik perhatian banyak ilmuwan dan sejarawan. Ia dianggap sebagai sosok yang kompleks, di mana eksplorasi ilmiahnya dipadu dengan keyakinan spiritual yang mendalam. Ini membawa dampak yang signifikan pada cara pandang terhadap hubungan antara ilmiah dan religius.
Proses berpikir Newton yang tak terduga ini menginspirasi banyak ahli untuk mengeksplorasi koneksi antara berbagai disiplin ilmu. Banyak yang berusaha menjembatani kesenjangan antara sains dan spiritualitas berkat contoh yang diberikan oleh Newton.
Ketertarikan Newton pada nubuatan Alkitab menjadikan ia sebagai tokoh penting dalam diskusi mengenai hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan, terutama dalam konteks bagaimana keduanya dapat saling berinteraksi dan mendukung satu sama lain.


































