www.sekilasnews.id – Ribuan pramugari Air Canada mogok, ratusan penerbangan dibatalkan. Foto/X/@MarkHancockCUPE
“Kami sekarang resmi mogok kerja,” ujar Serikat Pekerja Publik Kanada (CUPE), yang mewakili 10.000 pramugari Air Canada, dalam sebuah unggahan media sosial sesaat sebelum pukul 01:00 ET [05:00 GMT], dilansir Al Jazeera.
Maskapai penerbangan tersebut mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menangguhkan semua penerbangan untuk Air Canada dan maskapai berbiaya rendahnya, Air Canada Rouge, karena pemogokan tersebut, yang merupakan yang pertama sejak 1985.
“Sekitar 130.000 pelanggan akan terdampak setiap harinya selama pemogokan berlanjut,” kata Air Canada dalam sebuah pernyataan.
“Air Canada sangat menyarankan pelanggan yang terdampak untuk tidak pergi ke bandara kecuali mereka memiliki tiket terkonfirmasi untuk maskapai selain Air Canada atau Air Canada Rouge,” tambah maskapai tersebut.
Penerbangan untuk operator regional, Air Canada Jazz dan PAL Airlines, akan tetap beroperasi.
Air Canada telah mengumumkan tawaran gaji terbarunya kepada pramugari dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, yang menyebutkan bahwa berdasarkan ketentuan tersebut, seorang pramugari senior rata-rata akan menerima gaji USD65.000 per tahun pada tahun 2027.
Namun, CUPE menggambarkan tawaran maskapai tersebut sebagai “di bawah inflasi (dan) di bawah nilai pasar”.
Hampir seribu pramugari Air Canada terpaksa menghentikan pekerjaan mereka dalam mogok yang berdampak besar pada jadwal penerbangan. Keputusan ini diambil setelah negosiasi yang panjang dan penuh tantangan mengenai peningkatan upah, yang menjadi isu utama bagi pramugari yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun. Pemogokan ini menandai titik balik dalam sejarah hubungan industrial di perusahaan penerbangan terkemuka Kanada ini.
Kejadian ini tentu saja mengakibatkan pembatalan ratusan penerbangan, memengaruhi keseharian pelanggan yang telah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Dengan lebih dari 130.000 penumpang terpengaruh setiap harinya, situasi ini menciptakan kekacauan di banyak bandara, menyisakan banyak orang yang mencari alternatif perjalanan mendadak.
Dalam sebuah unggahan media sosial, Serikat Pekerja Publik Kanada (CUPE) secara resmi mengumumkan dimulainya pemogokan kerja. Mereka menekankan bahwa tindakan ini diperlukan setelah semua upaya untuk mencapai kesepakatan dengan manajemen Air Canada gagal. Keputusan ini bukanlah hal yang mudah, tetapi terpaksa diambil demi kepentingan pramugari dan kesejahteraan mereka.
Masalah Upah dan Keadaan Pemogokan
Upah menjadi isu sentral yang memicu mogok kerja ini, terutama dalam konteks inflasi yang terus meningkat. Setelah penawaran terbaru dari Air Canada, pramugari merasa tawaran tersebut tidak mencukupi dan tidak sejalan dengan nilai pasar saat ini. Mereka berjuang untuk mendapatkan imbalan yang lebih baik atas usaha dan dedikasi yang mereka tunjukkan sehari-hari.
Mogok kerja ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak tahun 1985, menjadikannya peristiwa signifikan dalam sejarah industri penerbangan Kanada. Selama periode ini, pramugari telah memberikan layanan luar biasa, tetapi sering kali merasa diabaikan dalam hal upah dan manfaat. Akibatnya, mereka merasa perlu untuk mengambil langkah tegas.
Dari perspektif Air Canada, manajemen menyatakan bahwa mereka telah mengajukan tawaran terbaik yang mungkin. Namun, pandangan ini tidak sejalan dengan pendapat pramugari yang merasa bahwa penawaran tersebut tidak memenuhi harapan mereka. Diskusi yang melibatkan berbagai pihak pun terus berlanjut untuk mencari solusi.
Dampak Terhadap Penumpang dan Penerbangan Lain
Pembatalan besar-besaran penerbangan mengakibatkan dampak yang sangat luas bagi ribuan penumpang. Banyak di antara mereka yang terpaksa mengubah rencana perjalanan mereka, dan sejumlah penumpang bahkan terjebak di bandara tanpa kejelasan mengenai penerbangan lanjutan. Situasi ini memicu frustrasi dan kebingungan di kalangan penumpang yang telah mempersiapkan perjalanan mereka sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Air Canada menyarankan semua penumpang untuk tidak datang ke bandara jika mereka tidak memiliki tiket terkonfirmasi untuk penerbangan lain. Ini menunjukkan betapa seriusnya situasi ini dan perlunya semua pihak untuk tetap tenang sambil mencari solusi alternatif. Maskapai menyarankan agar penumpang tetap memantau informasi terbaru.
Penerbangan untuk operator regional lainnya seperti Air Canada Jazz dan PAL Airlines tetap diizinkan untuk beroperasi, memberikan sedikit harapan bagi penumpang yang mungkin mencari cara lain untuk mencapai tujuan mereka. Tentunya, keputusan setiap penumpang saat ini harus didasari pada informasi yang tepat dan terkini dari pihak maskapai.
Reaksi Publik dan Media Terhadap Pemogokan
Reaksi publik terhadap pemogokan ini sangat beragam, dengan banyak yang mendukung perjuangan pramugari untuk mendapatkan upah yang lebih baik. Berbagai komentar di media sosial menunjukkan simpati terhadap keadaan yang dihadapi oleh para pekerja tersebut. Banyak orang menyoroti pentingnya kesejahteraan pekerja dalam industri yang krusial seperti penerbangan.
Media juga turut meliput secara intensif peristiwa ini, tidak hanya dari segi dampak langsung terhadap penerbangan tetapi juga menganalisis historis pemogokan di sektor penerbangan. Diskusi seputar upah dan kesejahteraan pekerja kembali mengemuka sebagai pokok bahasan yang sangat relevan di tengah perubahan ekonomi global.
Tindakan pemogokan ini membuka dialog yang lebih luas mengenai hak-hak pekerja di Kanada dan pentingnya perlindungan hukum bagi para pekerja di sektor-sektor yang berisiko tinggi seperti penerbangan. Sebuah tinjauan yang komprehensif mengenai hubungan industrial di negara ini semakin diperlukan dalam konteks kondisi sosial saat ini.


































